Namun, sebagian
penggemar memilih membeli kacer yang sudah dewasa. Sebab, kalau masih trotolan,
sulit untuk membedakan jenis kelaminnya. Mereka tidak mau ambil risiko, jika
saat dewasa nanti ternyata yang dirawatnya adalah kacer betina.
Beberapa metode sexing
kacer trotolan
Sebenarnya ada beberapa
metode yang bisa digunakan dalam melakukan sexing pada kacer
trotolan, dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda, antara lain :
·
Kepala: Trotolan
jantan memiliki bentuk kepala cenderung rata dan tidak bulat (akurasi sekitar
75 %).
·
Bulu: Trotolan jantan
memiliki bulu–bulu yang lebih padat, tebal, dengan warna yang lebih
gelap (akurasi sekitar 80 %).
·
Lidah: Pada
kacer jantan, terdapat 1-2 titik hitam (black spot) di bagian
tengah atau pinggir lidahnya. Blac spot tidak dijumpai pada
lidah kacer betina (akurasi sekitar 95 %).
·
Paruh: Pada
kacer jantan, paruh bawah berwarna hitam atau gelap. Ini mulai terlihat setelah
burung berumur 1 minggu atau lebih (akurasi sekitar 90 %).
·
Punggung: Pada
kacer jantan, warna hitam di bagian belakang / punggungnya berkilau kebiruan.
Tapi tidak sedikit pula kacer betina, ketika umurnya sudah lebih dari 5 minggu,
juga memiliki tengara seperti ini (akurasi sekitar 50 %).
·
Dada: Kacer
trotolan yang dadanya berwarna kecokelatan / keabuan tidak bisa dijadikan
patokan kalau jenis kelaminnya jantan. Sebab warna ini akan segera memudar,
kemudian berganti warna setelah masa mabung pertamanya, yang akan terjadi pada
umur 4-5 bulan.
Sebagaimana burung muda
dan dewasa, kacer trotolan (umur 1-4 bulan) juga membutuhkan pakan dengan
kadar protein tinggi setiap harinya. Pakan berkadar protein tinggi bisa
diperoleh dari jangkrik, cacing tanah, atau belalang.
Pemberian serangga
merupakan salah satu syarat untuk perkembangan tubuhnya. Diusahakan pakan serangga
diberikan secara bervariasi, atau bukan satu jenis saja. Misalnya kombinasi
jangkrik – cacing tanah, atau jangkrik – belalang, atau bahkan ketiganya
sekaligus.
Jangkrik bisa diberikan
secara teratur, dilanjutkan dengan extra fooding (EF) lainnya
seperti cacing tanah, atau belalang jika memang ada. Untuk lebih jelasnya,
berikut ini setelan pakan untuk kacer trotolan :
·
Porsi jangkrik 10 ekor, diberikan pada
pagi dan sore hari.
·
Cacing tanah hanya diberikan pada pagi
hari, porsi 2 ekor, diberikan setelah jangkrik. Sebelum diberikan, cacing
dipotong kecil-kecil, lalu diberikan dalam cepuk pakannya.
·
Belalang hijau kecil bisa diberikan
sebagai nutrisi tambahan, dengan porsi 1/4 dari porsi jangkrik.
·
Kroto boleh saja diberikan, tergantung
kebiasaan burung. Pemberiannya cukup 1-2 kali seminggu.
Umur 1 -4 bulan
merupakan waktu yang tepat untuk melatih kacer dengan berbagai macam suara
kicauan dari jenis burung lainnya. Pada umur ini, burung lebih mudah dimaster
karena mereka selalu ingin mencoba dan mempelajari suara-suara di sekitarnya.
Semua suara akan direkamnya, baru dimunculkan saat burung melewati masa mabung
pertamanya.
Program pemasteran
kacer trotolan pada prinsipnya mirip dengan pemasteran murai batutrotolan
(silakan cek di sini). Misalnya
menggantung beberapa burung master di sekitar sangkar kacer trotolan, atau
dalam satu ruangan. Dalam hal ini, kacer trotolan harus dalam keadaan full kerodong.
Bisa juga menggunakan audio burung masteran kacer yang bisa Anda cari dan unduh
di omkicau.com
Waktu pemasteran bisa
diberikan setelah burung menjalani perawatan rutin hariannya, seperti usai
mandi dan jemur, atau ketika burung sedang istirahat siang atau sore harinya,
dengan durasi selama 1-2 jam.
Jika menggunakan burung
master (bukan audio), jumlah burung master maksimal 4 – 5 ekor, dengan catatan
sudah rajin berbunyi (gacor). Hal ini agar proses pemasteran
bisa berjalan secara cepat dan efektif. Jika sudah berjalan beberapa hari,
minimal 1 minggu, susunan / formasi burung master bisa diganti sebagian dengan
jenis burung lain.
Perawatan penting
lainnya adalah pemberian voer secara tepat dan memenuhi persyaratan gizi.
Carilah voer dengan kandungan protein paling tinggi, karena fase anakan
membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi, bahkan lebih tinggi daripada
fase muda dan dewasa.
Pemberian mandi – jemur
harus dilakukan setiap hari. Selain bisa memberikan kesegaran, aktivitas ini
sangat mendukung dalam menjaga kesehatan bulu, sehingga mempercepat dan
memperlancar proses pergantian ke bulu dewasa (mabung pertama).




