Monday, December 12, 2016

PERAWATAN HARIAN KACER ANAKAN

Namun, sebagian penggemar memilih membeli kacer yang sudah dewasa. Sebab, kalau masih trotolan, sulit untuk membedakan jenis kelaminnya. Mereka tidak mau ambil risiko, jika saat dewasa nanti ternyata yang dirawatnya adalah kacer betina.
Beberapa metode sexing kacer trotolan
Sebenarnya ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam melakukan sexing pada kacer trotolan, dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda, antara lain :

·         Kepala: Trotolan jantan memiliki bentuk kepala cenderung rata dan tidak bulat (akurasi sekitar 75 %).
·         Bulu: Trotolan jantan memiliki bulubulu yang lebih padat, tebal, dengan warna yang lebih gelap (akurasi sekitar 80 %).
·         Lidah: Pada kacer jantan, terdapat 1-2 titik hitam (black spot) di bagian tengah atau pinggir lidahnya. Blac spot tidak dijumpai pada lidah kacer betina (akurasi sekitar 95 %).
·         Paruh: Pada kacer jantan, paruh bawah berwarna hitam atau gelap. Ini mulai terlihat setelah burung berumur 1 minggu atau lebih (akurasi sekitar 90 %).
·         Punggung: Pada kacer jantan, warna hitam di bagian belakang / punggungnya berkilau kebiruan. Tapi tidak sedikit pula kacer betina, ketika umurnya sudah lebih dari 5 minggu, juga memiliki tengara seperti ini (akurasi sekitar 50 %).
·         Dada: Kacer trotolan yang dadanya berwarna kecokelatan / keabuan tidak bisa dijadikan patokan kalau jenis kelaminnya jantan. Sebab warna ini akan segera memudar, kemudian berganti warna setelah masa mabung pertamanya, yang akan terjadi pada umur 4-5 bulan.

Sebagaimana burung muda dan dewasa, kacer trotolan (umur 1-4 bulan) juga membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi setiap harinya. Pakan berkadar protein tinggi bisa diperoleh dari jangkrik, cacing tanah, atau belalang.

Pemberian serangga merupakan salah satu syarat untuk perkembangan tubuhnya. Diusahakan pakan serangga diberikan secara bervariasi, atau bukan satu jenis saja. Misalnya kombinasi jangkrik – cacing tanah, atau jangkrik – belalang, atau bahkan ketiganya sekaligus.
Jangkrik bisa diberikan secara teratur, dilanjutkan dengan extra fooding (EF) lainnya seperti cacing tanah, atau belalang jika memang ada. Untuk lebih jelasnya, berikut ini setelan pakan untuk kacer trotolan :
·         Porsi jangkrik 10 ekor, diberikan pada pagi dan sore hari.
·         Cacing tanah hanya diberikan pada pagi hari, porsi 2 ekor, diberikan setelah jangkrik. Sebelum diberikan, cacing  dipotong kecil-kecil, lalu diberikan dalam cepuk pakannya.
·         Belalang hijau kecil bisa diberikan sebagai nutrisi tambahan, dengan porsi 1/4 dari porsi jangkrik.
·         Kroto boleh saja diberikan, tergantung kebiasaan burung. Pemberiannya cukup 1-2 kali seminggu.

Umur 1 -4 bulan merupakan waktu yang tepat untuk melatih kacer dengan berbagai macam suara kicauan dari jenis burung lainnya. Pada umur ini, burung lebih mudah dimaster karena mereka selalu ingin mencoba dan mempelajari suara-suara di sekitarnya. Semua suara akan direkamnya, baru dimunculkan saat burung melewati masa mabung pertamanya.

Program pemasteran kacer trotolan pada prinsipnya mirip dengan pemasteran murai batutrotolan (silakan cek di sini). Misalnya menggantung beberapa burung master di sekitar sangkar kacer trotolan, atau dalam satu ruangan. Dalam hal ini, kacer trotolan harus dalam keadaan full kerodong. Bisa juga menggunakan audio burung masteran kacer yang bisa Anda cari dan unduh di omkicau.com

Waktu pemasteran bisa diberikan setelah burung menjalani perawatan rutin hariannya, seperti usai mandi dan jemur, atau ketika burung sedang istirahat siang atau sore harinya, dengan durasi selama 1-2 jam.

Jika menggunakan burung master (bukan audio), jumlah burung master maksimal 4 – 5 ekor, dengan catatan sudah rajin berbunyi (gacor). Hal ini agar proses pemasteran bisa berjalan secara cepat dan efektif. Jika sudah berjalan beberapa hari, minimal 1 minggu, susunan / formasi burung master bisa diganti sebagian dengan jenis burung lain.

Perawatan penting lainnya adalah pemberian voer secara tepat dan memenuhi persyaratan gizi. Carilah voer dengan kandungan protein paling tinggi, karena fase anakan membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi, bahkan lebih tinggi daripada fase muda dan dewasa.

Pemberian mandi – jemur harus dilakukan setiap hari. Selain bisa memberikan kesegaran, aktivitas ini sangat mendukung dalam menjaga kesehatan bulu, sehingga mempercepat dan memperlancar proses pergantian ke bulu dewasa (mabung pertama).